Gennaro Gattuso Sepakati Kontrak Tiga Tahun di Milan

Gennaro Gattuso Sepakati Kontrak Tiga Tahun di Milan

Juru Taktik AC Milan , Gennaro Gattuso, diklaim telah mencapai kata sepakat untuk kontrak anyar dengan Rossoneri. Kabarnya, kontrak baru tersebut sendiri berdurasi tiga tahun ke depan atau sampai tahun 2021 mendatang. Namun, kabar tersebut sampai sekarang masih belum memunculkan konfirmasi dari pihak yang bersangkutan.

Gennaro Gattuso Sepakati Kontrak Tiga Tahun di Milan

Pada Awalnya, Gennaro Gattuso ditunjuk untuk menjadi pelatih sementara AC milan sejak November lalu menggantikan Vincenzo Montella, setelah klub mendapati serangkaian hasil mengecewakan di awal musim ini. Sosok yang dikenal sebagai legenda Rossoneri ini pada awalnya sempat diragukan, karena performa AC Milan tak kunjung membaik.

Untungnya, sejak awal Februari kemarin, Rossoneri mulai mendapati serangkaian hasil yang bagus dan Gattusso pun mendapati sejumlah sanjungan terkait dengan performa apik tim asuhannya tersebut. Tak heran jika muncul kabar yang mengklaim bahwa Gattusso akan mendapakan kontrak baru dari pihak Rossoneri.

Nah, sebagaimana dikutip Corriere Dello Sport, Gattuso diyakini telah mencapai kesepakatan dengan AC milan untuk tiga tahun perpanjangan kontrak.

Tidak hanya tambahan durasi kerja, pelatih yang dulu pernah bermain di Milan tersebut juga akan mendapatkan kenaikan gaji dalam jumlah yang sangat signifikan. Gattuso akan digaji 2 juta euro untuk setiap musimnya bersama Rossoneri. Sementara itu, kontrak baru tersebut akan diumumkan pada hari Rabu (28/3) mendatang.

Adapun, AC milan sendiri saat ini berada di peringkat ke-6 pada klasemen sementara Serie A Italia atau tertinggal lima poin dari Zona Liga Champions Eropa yang jadi target klub sejak awal musim.

Beppe Marotta tegaskan Allegri Bakal Tetap di Juventus

Beppe Marotta tegaskan Allegri Bakal Tetap di Juventus

Chief Eksekuitif Juventus, Beppe Marotta, menegaskan kembali status Massimilliano Allegri sebagai juru taktik Bianconneri saat ini. Sebagaimana isu yang terus mengaitkan sang pelatih dengan raksasa Liga Prancis Paris Saint-Germain, ditegaskan Marotta bahwa Allegri tidak akan meninggalkan turin demi menangani Klub Ligue 1 Prancis tersebut.

Beppe Marotta tegaskan Allegri Bakal Tetap di Juventus

Sebagaimana diketahui, Paris Saint-Germain memang dipercaya bakal mempertimbangkan kemungkinan mencari manajer anyar pada kesempatan bursa transfer musim panas mendatang seiring dengan kembali gagalnya pelatih Unai Emery dalam usaha merajai pentas Eropa, selepas tersingkir dari ajang Liga Champions Eropa pekan kemarin.

Sementara itu Massimilliano Allegri telah melakukan pekerjaan yang sangat bagus selama tiga musim terakhir menangani Juventus, tak hanya membawa klub mempertahankan titel Serie A Italia dan Coppa Italia dalam tiga musim terakhir, tapi juga membawa Bianconneri melangkah ke final Liga Champions Eropa dalam dua kesempatan berbeda.

Tak heran jika Mantan manajer AC Milan tersebut juga disebut sebagai salah satu kandidat utama pengganti Emery musim depan. Namun, Marotta menegaskan bahwa Allegri masih terikat kontrak di Juventus selama beberapa tahun ke depan dan yang bersangkutan tidak akan meninggalkan Turin demi merapat ke Paris Saint-Germain.

“Allegri memiliki kontrak dengan kami untuk beberapa tahun,” tegasnya. “Hubungan dengan dia luar biasa, kami tetap salah satu klub terpenting di dunia dan tidak ada indikasi [ia ingin pergi] jadi ini bukan masalah untuk kami.”

Kontrak pelatih PSG Unai Emery berakhir musim panas ini dan klub Ligue 1 itu telah mempertimbangkan penggantinya, termasuk arsitek Chelsea Antonio Conte dan manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino.

Ronaldo Dukung Neymar Yang Tengah Cedera Parah

Ronaldo Dukung Neymar Yang Tengah Cedera Parah

Neymar Jr saat ini membutuhkan sebuah dukungan moril terkait dengan cedera metatarsal yang dia alami saat membela Paris Saint-Germain dalam laga kontra Marseille beberapa waktu lalu. Legenda Brazil, Ronaldo Luiz Nazario de Lima turut memberikan dukungan kepada penerusnya tersebut.

Ronaldo Dukung Neymar Yang Tengah Cedera Parah

Sebagaimana diketahui, Neymar yang didatangkan PSG dari BArcelona pada bursa transfer musim panas kemarin seharga 222 Juta euro memang tengah menepi karena cedera metatarsal. Cedera tersebut dia dapati saat bermain dalam laga kontra MArseille di Ligue 1 Prancis. Menurut informasi yang kami dapatkan, Neymar butuh waktu pemulihan sampai musim panas mendatang.

Tentu saja fakta tersebut amat disayangkan mengingat Neymar sendiri adalah salah satu pemain yang sangat diandalkann Paris Saint-Germain sejak awal musim ini, dimana yang bersangkutan telah berhasil mengemas tak kurang dari 29 gol dari 30 pertandingan di semua ajang.

Lebih menyakitkan lagi karena Neymar tidak bisa melihat timnya melangkah ke babak delapan besar Liga Champions Eropa setelah paris Saint-germain dikalahkan Real Madrid lewat agregat telak 5-2 dari dua leg babak 16 besar.

Terkait dengan hal ini, Legenda Brazil, Ronaldo, yang sempat berkutat dengan cedera panjang beberapa kali dalam karirnya sebagai pemain sepakbola kemudian memberikan dukungan kepada Neymar.

“Dia harus fokus pada kesehatannya dan menjaga dirinya dari tekanan sebaik mungkin, Saya yakin proses penyembuhannya akan lebih cepat dari cedera yang saya alami, dan saya percaya dia akan siap untuk Piala Dunia nanti.” ungkap Ronaldo dikutip dari tribalfootball.

Menyoal harapan Brasil di Piala Dunia Rusia nanti, dia meyakini Selecao mampu tampil gemilang dan menjadi salah satu kandidat juara.

Aubameyang Merasa Cukup Beruntung Pernah Di AC Milan

Aubameyang Merasa Cukup Beruntung Pernah Di AC Milan

Kedati tidak pernah diberikan kesempatan membuktikan bakatnya oleh AC Milan, namun penyerang Pierre Emerick Aubameyang mengaku tetap bangga dengan karirnya bersama dengan Rossoneri. Dia merasa beruntung karena pernah menimba ilmu bersama dengan raksasa Serie A Italia tersebut.

Aubameyang Merasa Cukup Beruntung Pernah Di AC Milan

Sebagai informasi, sebelum bersinar dengan Saint-Etienne dan Borussia Dortmund, Aubameyang memang merupakan pemain AC milan. Dia menimba ilmu bersama dengan tim akademi Rossoneri, namun sayangnya jarang mendapatkan kesempatan tampil di tim senior, yang kemudian membuat sang pemain meninggalkan San Siro.

Setelah meninggalkan AC milan, karir Aubameyang terbilang semakin membaik, terutama saat bersama dengan Borussia Dortmund sampai akhirnya yang bersangkutan direkrut arsenal pada bursa transfer musim dingin Januari kemarin senilai 60 Juta euro.

Nah, Arsenal sendiri baru saja berhasil mempercundangi AC milan dengan skor akhir 0-2 pada pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga europa. Selepas pertandingan tersebut, Aubameyang mengaku masih sagat menghormati bekas klubnya, bahkan merasa beruntung karena pernah menimba ilmu bersama dengan AC milan.

Tak hanya itu, mantan pemain Saint-Etienne ini juga mengaku begitu meneladani sederet legenda AC milan seperti Maldini, Nesta, Seedorf dan Ronaldo.

“Ketika saya berada di Milan, saya masih sangat muda, dengan sedikit pengalaman, Akan tetapi, di sana saya belajar menjadi seorang profesional. Saya beruntung karena ada banyak pemai top semasa saya di sana, seperti [Paolo] Maldini, [Alessandro] Nesta, Kaka, [Clarence] Seedorf, Ronaldo.”

“Saya orang yang cukup pemalu, namun saya antusias melihat para pemain top ini bermain dan saya belajar banyak dari mereka. Di rumah, keluarga saya akan berteriak untuk Arsenal. Namun tentu, kami punya banyak respek pada Milan. Mereka banyak membantu saya. Kami beruntung pernah melalui waktu di sana.” Demikian ujar Aubameyang sebagaimana dilansir situs resmi Arsenal.

Gaji Kontrak Baru Astori Bakal Diberikan Kepada Keluarga

Gaji Kontrak Baru Astori Bakal Diberikan Kepada Keluarga

Kepergian Davide Astori untuk selama-lamanya meninggalkan duka yang mendalam, simpati dan duka cita yang amat tinggi diluapkan sejumlah pihak, tentu saja tak terkecuali dari pihak Fiorentina sendiri. Bahkan, kontrak baru yang telah disiapkan klub untuk Astori bakal tetap dilayangkan, dan gajinya bakal diberikan kepada keluarga sang pemain.

Gaji Kontrak Baru Astori Bakal Diberikan Kepada Keluarga

Seperti diketahui, kabar yang cukup mengejutkan datang dari Sepakbola Italia pada Minggu lalu (04/03) waktu setempat. Secara tiba-tiba Bek Timnas Italia dan Fiorentina, Davide Astori menghembuskan nafas terakhir di kamar hotel tempatnya menginap. Menurut kabar yang terdengar, sang Kapten tak bisa bangun dari tempat tidurnya.

Tentu saja, kepergian Astori ini meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi sepakbola Italia, terutama bagi Fiorentina yang pada faktanya sangat mengandalkan sosok sang Kapten di lini belakang. Bahkan, kepergian Astori sendiri hanya berselang dua hari saja sebelum yang bersangkutan mendapatkan kontrak baru dari Fiorentina.

Terkait dengan kontrak baru tersebut, Presiden Andrea Della Valle menegaskan bahwa Astori bakal tetap mendapatkan kontrak baru, dimana gajinya nanti akan sepenuhnya diberikan kepada Keluarga sang Kapten.

“Ini adalah tragedi besar bagi kami. Saya bahkan tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan rasa sakit ini. Kami benar-benar terkejut. Dia seharusnya melakukannya (tanda tangan kontrak) lebih awal, namun karena salju, kami harus menundanya dan sepakat melakukannya di hari senin,” ungkap Della Valle dikutip dari nzherald.co.nz.

Della Valle juga mengatakan bahwa Davide Astori ingin menyelesaikan karir sepak bolanya di Fiorentina.

“Keinginan terbesarnya adalah bisa menyelesaikan karirnya di sini, karena di sinilah seharusnya berakhir”, tandasnya.

Blunder Jika Arsenal Pecat Arsene Wenger

Blunder Jika Arsenal Pecat Arsene Wenger

Karren Brady, seorang jurnalis kenamaan asal Inggris ini mengungkapkan pendapatnya mengenai isu pemecatan Arsene Wenger yang belakangan ini terdengar di media-media. Menurut Brady, memecat arsenal hanya akan memperkeruh situasi pelik yang tengah dialami The Gunners sejak awal musim ini.

Blunder Jika Arsenal Pecat Arsene Wenger

Sebenarnya, Arsene Wenger memang tak pernah terlepas dari isu pemecatan selama beberapa tahun terakhir ini, dimana hal tersebut sendiri berkaitan dengan serangkaian hasil buruk yang didapatkan Arsenal belakangan ini. Terutama musim kemarin, saat klub gagal finish di empat besar klasemen akhir untuk pertama kali dalam 21 tahun terakhir.

Tak heran jika isu pemecatannya begitu nyaring terdengar pada musim panas kemarin, namun Arsenal justru mempertahankan Wenger bahkan memberinya kontrak berdurasi dua tahun. Sayangnya, situasi Arsenal tak kunjung membaik, kendati telah mendaratkan sejumlah amunisi anyar, termasuk penyerang Aubameyang pada musim dingin Januari kemarin.

Situasinya saat ini semakin pelik dengan Arsenal yang sudah telan lima kekalahan beruntun dalam lima laga terakhirnya di semua ajang, termasuk saat berhadapan dengan Brighton and hove Albion akhir pekan kemarin yang membuat mereka semakin terpuruk di klasemen sementara.

Karenanya, Manajer Arsene Wenger dipercaya semakin tertekan pada posisinya saat ini. Namun, Karren Brady tak merasa memecat pelatih asal Prancis akan memperbaiki performa Arsenal justru berpotensi memperkeruh suasana.

“Wenger adalah sosok yang keras kepala, Dia adalah manajer yang sangat perfeksionis kepada detail-detail kecil, dan saya yakin dia tidak akan mengundurkan diri dari Arsenal yang merupakan klub takdirnya. Jika mereka [Arsenal] kehilangannya, mereka harus mencari sosok yang lebih baik. Pertanyaannya, apakah mereka sudah memiliki kandidat seperti itu?”

“Di Old Trafford, Mereka [MU] kesulitan menemukan suksesor Sir Alex Ferguson. Mereka harus mengeluarkan banyak uang dan tenaga untuk membangun ulang tim mereka, dan Arsenal akan menjalani hal yang sama jika mereka memecatnya [Wenger].” Demikian ujar Brady kepada The Sun.

Aubameyang Tegaskan Arsenal Lebih Besar dari Dortmund

Aubameyang Tegaskan Arsenal Lebih Besar dari Dortmund

Terlepas dari serangkaian hasil mengecewakan yang didapat Arsenal belakangan ini, penyerang Pierre-Emerick Aubameyang sama sekali tidak menyesali keputusannya bergabung dengan Klub Premier League tersebut, karena dia merasa Arsenal lebih besar dibandingkan Dortmund.

Aubameyang Tegaskan Arsenal Lebih Besar dari Dortmund

Sebagaimana diketahui, Striker Internasional Gabon tersebut memang memutuskan bergabung dengan Arsenal pada bursa transfer musim dingin Januari kemarin, setelah ditebus lewat banderol tak kurang dari 60 Juta Euro dari Borussia Dortmund. Sejauh ini, penampilan Aubameyang sendiri cukup bagus, bahkan dia sudah mencetak satu gol dalam laga pertamanya.

Tidak ada yang salah dengan performa Aubameyang, yang salah adalah performa Arsenal belakangan ini yang kemudian mendulang serangkaian hasil mengecewakan. Terkini, tim arahan Arsene Wenger tersebut telan kekalahan di Final piala Liga Inggris melawan manchester City.

Tak heran, sejumlah pihak mengklaim bahwa Aubameyang telah menyesal dengan keputusannya pada musim dingin kemarin. Namun hal ini ditampik mantan pemain AC milan tersebut, dan menegaskan bahwa Arsenal adalah klub yang lebih besar dibandingkan mantan klubnya, Borussia Dortmund.

“Gabung dengan Arsenal adalah langkah maju bagi saya, ini klub besar. Bagi saya, sedikit lebih besar ketimbang Dortmund, dan ini adalah sebuah langkah tepat untuk karier saya. Saya tak mau hengkang ke, misalnya, Tiongkok karena saya masih ingin melakukan banyak hal di Eropa sebelum saya memikirkan soal Tiongkok atau Amerika.”

“Arsenal adalah satu-satunya klub yang membuat tawaran, tawaran yang serius. Saya sangat senang karena Arsenal adalah klub papan atas,” ujar Aubameyang kepada Sky Sports.

Aubameyang baru mencetak satu gol dari dua penampilan di Liga Primer Inggris.

FIFA harusnya Larang Lionel Messi Main Sepakbola

FIFA harusnya Larang Lionel Messi Main Sepakbola

Pelatih Tim Nasional Iran, Carlos Queiros, menyiratkan sanjungan kepada bintang Barcelona, Lionel Messi terkait dengan aksi-aksi brilian sang pemain di atas lapangan. Menurutnya, FIFA harusnya melarang sosok berusia 30 tahun itu bermain sepakbola karena bukan Manusia biasa.

FIFA harusnya Larang Lionel Messi Main Sepakbola

Lionel Messi, 30 tahun, memang diakui sebagai salah satu pemain terbaik dunia dalam sejarah sepakbola. Sejak debutnya di level professional pada tahun 2004 silam sampai sekarang, Messi telah meraih semua gelar di level klub, dan memenangkan Lima Trofi Ballon d’Or, atau penghargaan sebagai pemain terbaik dunia.

Tak heran jika banyak sanjungan yang diberikan kepada sosok berjuluk La Pulga itu. Terlebih, sampai usianya yang sudah kepala tiga, Kapten Tim Nasional Argentina masih saja mampu tampil memukau di atas lapangan. Terkini, sanjungan diberikan oleh pelatih Tim Nasional Iran, Carlos Queiroz.

Dalam pernyataannya, Queiroz yang diketahui sebagia mantan assisten Sir alex Ferguson menyiratkan sanjungan kepada Messi. Dia juga mengingat momen magis La Pulga saat mencetak gol tunggal ke gawang Iran dalam pertandingan Piala Dunia 2014 lalu.

“Saya selalu bilang Messi pemain yang luar biasa, Dia tidak seperti berasal dari dunia ini. Jika dia memang manusia, dia harusnya tak bisa melakukan magis seperti itu di dalam pertandingan.”

“Saya biasanya tidak suka kalah, namun saya tidak merasakan hal negatif usai pertandingan itu (Messi mencetak gol tunggal ke gawang Iran ketika membela Argentina di Piala Dunia 2014-red). Ketika terjadi momen yang begitu magis, di situlah anda tahu mengapa sepakbola adalah olahraga terbaik.”

“Dan bahkan terasa lebih spesial ketika ada pemain yang harusnya dilarang bermain oleh FIFA, hingga benar-benar terbukti bahwa dia memang manusia!” tutur Queiroz di FIFA.com.

Conte akui Menyesal Jual Nemanja Matic ke Manchester United

Conte akui Menyesal Jual Nemanja Matic ke Manchester United

Gelandang Nemanja Matic adalah salah satu mantan pemain Chelsea yang bermain untuk Manchester United musim ini, dengan pertemuan kedua tim akhir pekan kemarin, pelatih Antonio Conte turut membahas tentang kepergian Matic ke Old Trafford. Pelatih asal Italia tersebut mengaku menyesal membiarkan Matic ke Manchester United.

Conte akui Menyesal Jual Nemanja Matic ke Manchester United

Sebagaimana diketahui, gelandang Internasional Serbia Montenegro tersebut secara mengejutkan memutuskan untuk hengkang ke Manchester United pada bursa transfer musim panas tahun 2017 kemarin setelah ditebus lewat kocek sebesar 40 Juta poundsterling. Kepindahannya ini cukup mengejutkan, walaupun di satu sisi, sejumlah pihak sudah memprediksi bahwa matic akan jadi salah satu pemain incaran manajer Jose Mourinho.

Bersama dengan Manchester United, performa Matic sendiri terbilang sangat apik, bahkan cenderung memuaskan. Dia juga turut membantu Manchester United saat menaklukan Chelsea dalam lanjutan premier League akhir pekan kemarin. Dan bicara soal kepergian gelandang Serbia tersebut, pelatih Chelsea, Antonio Conte, mengaku menyesal membiarkan matic pergi.

Menurut Conte, Matic adalah pemain yang sangat bagus, dan berperan penting atas keberhasilan klub memenangkan titel Premier League pada kampanye musim kemarin. Kendati demikian, Conte tetap mendoakan agar Matic meraih sukses bersama klub barunya.

“Tentang pemain ini, saya hanya bisa membicarakan yang sangat bagus karena ia bermain bersama kami pada musim lalu, Saya pikir ia merupakan salah satu dari pemain-pemain kunci yang memenangi gelar.”

“Sayangnya, kini Matic bermain untuk Manchester United. Saya mendoakan yang terbaik. Bukan untuk Minggu ini, tapi untuk masa depan. Di masa lalu, kami sudah membahas topik ini. Saya tidak ingin mundur dan membicarakan tentang masa lalu karena saya pikir tidak penting, tidak menarik buat saya.” Demikian kata Conte kepada reporter.

Matic pernah membela Chelsea selama lima tahun dalam dua kesempatan terpisah, dengan tampil 123 kali ketika itu.